EVOLUSI, SIFAT ALAMI MANUSIA, DAN SOSIALISASI BISNIS YANG TIDAK TERHINDARKAN

82 views

Salah atu alasan fundamental mengapa media sosial sangat siap disambut oleh masyarakat umum adalah bahwa media sosial membantu untuk menghubungkan orang satu sama lain dengan cara yang berharga, berarti, dan mudah, dengan cara mereka sendiri, dan dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya. Rahasia cara kerja media sosial tidak akan dapat ditemukan di buku pemasaran atau bisnis. Untuk memahami kekuasaan sejati dari web sosial, Anda harus melihat ke dalam sifat alami manusia itu sendiri: kita adalah makhluk sosial. Kita membutuhkan interaksi sosial. Teknologi dan dunia mungkin telah berubah, tetapi kita tidak. Kita tetap membutuhkan interaksi, dialog, kebutuhan untuk berpartisipasi dalam dinamika sosial, dan media sosial telah memberikan cara untuk melakukannya.

0821.4150.2649 Internet Marketing Semarang

Hal yang selalu diketahui oleh bisnis yang cerdas adalah bahwa membuka jalan ke dalam kebutuhan akan validasi kelompok dan hubungan sosial ini adalah fondasi dalam membangun kesetiaan merek dan pelanggan. Semakin bisnis membangun komunitas yang saling terlibat, maka semakin kecil kemungkinan mereka harus memberi potongan harga produk dan jasa untuk menarik bisnis. Yang berhasil dilakukan oleh perusahaan-perusahaan seperti Apple, BMW, Coca-Cola, Starbucks, dan baru-baru ini Zappos adalah menolak pemikiran bahwa pelanggan hanyalah “angka” di dalam permainan pemasaran dan penjualan yang rumit. Lebih tepatnya: perusahaan-perusahaan ini memastikan bahwa tidak ada pelanggan yang dibuat agar merasa seolah seperti sebuah “angka.” Kesuksesan mereka, dan kesuksesan perusahaan-perusahaan seperti mereka, bergantung pada poin penting ini: menjalin hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan dengan tujuan untuk membangun mereka menjadi pelanggan tetap setia yang vokal.

Dalam ironi yang kejam, efisiensi dan pertumbuhan telah membuat banyak perusahaan melupakan nilai akan perilaku sosial, menghalangi jalan untuk membangun ikatan kuat antara karyawan garis-depan dengan pelanggan mereka, dan membuat “perusahaan sosial” menjadi minoritas ? sampai akhirnya media sosial datang untuk mungkin dapat memperbaiki situasi ini. Pada tahun 2008, ketika dunia bisnis mulai menyadari pertumbuhan aktivitas yang sangat tinggi di jejaring sosial, istilah bisnis sosial mulai merambah ke dalam percakapan pengembangan bisnis, dan kesempatan bagi organisasi untuk memanfaatkan web sosial untuk memajukan bisnis mereka menjadi topik diskusi yang umum di kalangan manajer bisnis.


0821.4150.2649 Internet Marketing Semarang

Seperti yang diterapkan oleh dunia bisnis, media sosial melakukan kalibrasi terhadap pertanyaan B2B (Business to Business) atau B2C (Business to Customer) ke dalam konsep setua perdagangan yang dilakukan manusia: semua bisnis, tanpa memandang industri, vertikal, atau sektor, pada dasarnya adalah “P2P” ? people to people (orang ke orang). Memahami bahwa bisnis lebih dari apa pun bergantung pada menghubungkan orang satu sama lain (pembeli dan penjual, manajer dan karyawan, dan seterusnya), lalu membangun hubungan berdasarkan nilai, preferensi, kepercayaan, dan kemudahan adalah tantangan pertama yang dihadapi oleh para eksekutif yang berusaha memahami bagaimana media sosial dapat masuk ke dalam model bisnis mereka

Ditulis ulang dari buku “Social Media ROI”

Galeri untuk EVOLUSI, SIFAT ALAMI MANUSIA, DAN SOSIALISASI BISNIS YANG TIDAK TERHINDARKAN