Coaching Sebagai Lifestyle

69 views

Coaching adalah  membebaskan potensi seseorang untuk memaksimalkan performanya. Ini tentang membantu mereka belajar alih-alih mengajari mereka.” Timothy Gallwey. 

“Coaching is unlocking a person’s potential to maximise their own performance. It is helping them to learn rather than teaching them.” Thimothy Gallwey. 

4 Langkah Awal dalam Coaching Pemberdayaan diri :

  1. Membuat Coachee (Klien yang dicoach) berdaya, memiliki kemampuan untuk bertindak
  2. Menjadikan Klien / Orang lain memiliki kekuatan, tenaga dan menemukan sumber daya, entah berupa uang, kemampuan, keterampilan, jaringa, klaborasi.
  3. Membantu klien memiliki Strategi, urutan proses untuk mecapai tujuan (outcome), ada test in – test out.
  4. Menjadikan Klien berusaha mencapai hasil akhir (desire state), dengan menggunakan apapun sumber daya yang dimiliki saat ini. 

Skill Coaching sama seperti skill lainnya misalnya memasak, artinya suatu skill dapat dilatih dari kemampuan minimal menjadi expert. Belajar, praktek, jam terbang sehingga keterampilan coaching semakin bagus dari waktu ke waktu. 

Apakah perlu sertifikasi Coaching? 


Jawabannya sesuai dengan tujuan sertifikasi untuk apa? Apakah menjadi Coach Professional, Atau menajadikan Coaching sebagai lifestyle yang mampu menjawab berbagai macam tantangan di era 4.0 ini – terlebih ketika terjadi krisis- wabah – virus covid-19 Corona misalnya, ujian phk, kekurangan makan, penjualan turun, anak kecanduan game dan sebagainya. Jadi itu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. 

Anda dapat belajar kepada Master Coach Internasional melalui sertifikasi mahal,  membaca literatur coaching, seminar training Coaching, menjadi Coachee, atau belajar melalui video youtube Coach Ilyas Afsoh dan Coach Utoro (Neuro-Semantic Coaching) di bawah ini : 

Lifestyle Coaching Indonesia 

3 Pondasi sederhana dalam Coaching : 

  1. Bertanya 
    Setiap orang pada dasarnya sudah memiliki jawaban atas segala hal – tantangan yang dihadapinya. Untuk memunculkan jawaban yang tepat maka dibutuhkan pertanyaan yang tepat melalui COaching. Pertanyaan yang membebaskan potensinya, menstimulus proses kreatif, provokatif dalam diri seseorang. 
  2. Reward / Perhatian / Ucapan Terimakasih 
  3. Coachee tergerak untuk melakukan action meraih tujuan

4  Asumsi dalam Coaching yang sangat terkenal :

  1. Setiap orang memiliki potensi dan dapat bertumbuh menuju
    potensi terbaiknya.
  2.  Setiap orang pada dasarnya kreatif dan berdaya. Mereka memiliki
    seluruh sumberdaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya.
  3.  Apa yang dibutuhkan seseorang adalah proses kreatif dan
    provokatif yang dapat membebaskan potensinya.
  4.  Cara terbaik untuk memfasilitasi proses kreatif dan provokatif
    adalah dengan mengajukan pertanyaan

Coaching berbeda dengan instruksi, beda dengan perintah. Coba kita perhatikan ketika seorang leader memberikan instruction kepada bawahannya tetapi bawahannya merespon tidak dengan sesuai yang diharapkan, maka leader tersebut berpotensi melewati garis kewarasan – menjadi gila. Boleh jadi ia akan berujar, “Gila ini anak buah, sudah aku beri perintah, masih saja gak becus,” 

3 Skill Bertanya dalam Coaching (neuro-semantic) menggunakan pendekatan bertanya seperti anak-anak :

  1. Otentik 
    Misal, “Ayah kenapa ada kehidupan sebelum tahun nol, kalau di angka sebelum nol kan negatif?” 
  2. Penasaran
    Misal, “Mengapa dalam film itu, Superman dapat terbang?, Bagaimana caranya? 
  3. Logika sederhana, misal sebab-akibat, kombinasi, 

Manusia untuk memunculkan potensi terbaiknya menurut Neuro-Linguistic Programming NLP dipengaruhi oleh pikiran, ucapan, perasaan, perilakunya, dan ada hal lain di luar dirinya yaitu sosial dan spiritual. Perhatikan ketika terjadi pandemik global, bagaimana pribadi excellence berpikir? APa hikmah kejadian ini? Apa yang diucapkan dalam menghadapi perlambatan ekonomi karena lockdwon? Perilaku apa yang membuatnya mampu survive melewati tantangan? 

Coaching Clinic Powerfull dari pribadi prima ditenagai oleh dua faktor, yaitu DNA toward dan Away. Seberapa besar impian seseorang untuk mencapai Desire State – Kenikmatan, seberapa ampuh sebuah ketakutan menghindari kesengsaraan. 

Corporate Coaching Indonesia

Ilyas Afsoh | NLP Coach | 0821.4150.2649

Baca Posting Pertama Blog Trainer Motivator : Moslem Excellence with NLP

Galeri untuk Coaching Sebagai Lifestyle

Gambar Gravatar
MOTIVATOR INDONESIA TRAINER NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING INTERNET MARKETING COACHING