Berbicara, dan Menulis sebagai Trainer & Motivator


Sungguh berbeda memang antara menjadi pembicara yang hanya berbicara dengan Trainer & Motivator yang harus menuangkan semua idenya dalam bentuk tulisan (sebuah buku) .

Perbedaannya terletak dimana ? Bagaimana bisa berbeda? Sebaerapa juah perbedaanya? Bukankah sama saja antara bicara dan menulis. kan, kalau mau bicara ya sudah bicarakan apa yang ditulis atau tuliskan saja apa yang dibaca, perkara beres. Hmmm…. Apakah sesimpel itu ?

Mungkin ya, mungkin tidak.
Mungkin sesimpel itu, mungkin tidak simpel seperti yang dikira, karena masing-masing orang punya perbedaan pengalaman bicara dan perbedaan pengalaman menulis. Bagi Trainer yang terbiasa bicara , dia bisa bicara dengan lancar pada topik yang dikuasainya begitu juga penulis yang telah terbiasa menulis dan menerbitkan buku, keduanya sangat mudah.

Bedanya adalah ketika pembicara dan penulis sama-sama memulai kariernya dari awal, maka bisa dipastikan ada beberapa hal yang butuh perbaikan dan ditingkatkan. Antara pembicara dan penulis, keduanya bisa saling mengisi. Ada yang memulai debut kepenulisan dari berbicara kemudian menuliskannya. Dan ada yang memulai karier bicaranya denga menulis kemudian dia diundang untuk bedah buku dan membiacrakan isi bukunya.

Nah,
Anda mau mulai dari mana? Pembicara atau Penulis ?

Social tagging: > > > > > > > > >

Tinggalkan Balasan